Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Christian Saputro

Director Executive Jung Foundation Director Executive Sekelek Institute And Pubhlising House

Sepeda Air Made In WM

REP | 11 April 2013 | 21:55 Dibaca: 387   Komentar: 0   1

13656918822096241506

Mengangkut Barang

1365691982776705466

Transportasi antarjemput anak sekolah

Di kawasan pertambakan Kampung Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan kalau kita amati di kanal-kanal di antara tambak-tambak ada pemandangan yang unik dan khas

Di wilayah pertambakan PT Wachyuni Mandira (WM) yang didominasi air di kanal-kanalnya banyak berseliweran sepeda air diantara alat tranportasi air lainnya seperti; speed boat, ketek kebyur dan klotok. Mungkin kalau pertamakali kita melihatnya merasa asing dan ingin tahu lebih jauh. Ya, bisa jadi alat transportasi sepeda air ini mungkin memang hanya ada di kawasan bumi pertambakan ini. Boleh dikatakan sepeda air merupakan ikon setempat.

Kendaraan sepeda air ini memang hasil rancangan para petambak. Sepeda yang berjalan di air ini dibuat menggunakan roda kincir air yang sudah tidak digunakan lagi. Masing-masing roda dirangkai dengan besi as di pasang dirangka yang sudah disiapkan. Kemudian dilengkapi pedal agar bisa digowes. Untuk menghindari cipratan air ketika roda digowes di pasang karpet bekas alas tambak atau plastik. Tetapi orang-orang sering juga menyebutnya sampan gowes dan juga becak air.

Sepeda air ini sangat bermanfaat bagi para petambak, karena bisa digunakan untuk mengantar anak sekolah, berbelanja ke pasar, mengangkut alat dan pakan untuk budidaya udang.

Sepeda air ini bisa muat 3 orang dan barang sekali angkut. Ketika dilacak asal-usul siapa yang membuat pertamakali sepeda air tidak diketahui. Dan hasil karya ini memang belum dipatenkan. Padahal sepeda air made in WM (Wahyu Mandira) ini termasuk salah satu hasil kreatifitas dan bentuk kearifan lokal, lho. Dan ke depan bisa dikembangkan tampilan dan teknologinya sehingga bisa menjadi salah satu alternatif alat transportasi air. (christ_lampunk@yahoo.com)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Latahnya Pedagang Kaki Lima …

Agung Han | | 17 September 2014 | 04:16

Polemik Kabinet Jokowi-JK …

Mike Reyssent | | 17 September 2014 | 05:05

Potret-Potret Geliat TKW HK Memang …

Seneng Utami | | 17 September 2014 | 06:07

Pro-Kontra Pembubaran (Sebagian) Kementerian …

Hendi Setiawan | | 17 September 2014 | 08:17

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 3 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 4 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 5 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: